Sangat ringkas peringatanNya kepada kita, namun adakah kita benar2 cinta kepadaNya sebagai tanda keimanan yang tertanam di dalam jiwa kita?
Kita mengucapkan Alhamdulillah, sedangkan hati kita masih memuja perkara - perkara yang sangat sementara dan malah tidak membawa apa - apa manfaat kepada diri kita.
Kita melaungkan Allahuakbar, namun secara tanpa sedar ada perkara yang lebih besar mendiami hati kita..

Sahabat, janganlah kita hanya berikrar iftitah 5 kali sehari namun kosong penterjemahannya ke dalam kehidupan kita.. Hanya sekadar janji - janji palsu yang kita ucapkan di hadapan Allah ketika menghadapNya.. Seolah - olah seperti kita menenangkan anak - anak yang kecil yang menangis dengan kata - kata yang manis..
Seperti yang disebutkan Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam karangannya " Iman dan Kehidupan", " Sesungguhnya iman itu bukanlah semata - mata penyataan seseorang dengan lidahnya, bahawa dia beriman, kerana banyak orang yang munafiq yang mengaku beriman sedang hatinya tidak percaya sebagaimana yang disebut di dalam firmanNya..

Mereka hendak memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya memperdaya dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyedarinya." (2:8 - 9)
Marilah kita buktikan bahawa sebenarnya keimanan kita berbunga mekar dan berbuah, serta bersamalah mengajak saudara - saudara kita untuk tidak ketinggalan merasai kemanisan iman ini..
Semoga Allah redha dengan kita..